Cara Mendengarkan Streaming Radio Seila 104.3 FM Batam via Winamp

Mendengarkan Streaming Radio Seila 104.3 FM Batam via Winamp

Pada kesempatan kali ini, kami ingin membahas cara mendengarkan streaming Radio Seila 104.3FM Batam dari 2 pilihan.

Mengingat sebagian saudara-saudara kita juga ada yang belum mengetahui cara penggunaannya.

Adapun keuntungan mendengarkan via player (bukan flash player dari web) adalah lebih stabil. Wallohu a’lam.

A. Mendengarkan via winamp

1. Buka winamp player Anda.

2. Klik File -> Add URL

3. Masukkan alamat streaming Radio Seila 104.3FM Batam:

- http://27.124.94.88:8023/seila atau

- http://ch1.radiosilaturahim.com:8100/seila

4. Klik Play dan streaming Radio Seila 104.3FM Batam sudah bisa Anda nikmati. Insyaallah!

B. Mendengarkan via file listen.pls (file berisi alamat streaming player Anda)

1. Masukkan alamat link/ URL streaming Radio Seila 104.3FM Batam :

- http://27.124.94.88:8023

Akan muncul halaman Shoutcast DNAS Status.

2. Klik listen

3. Buka file listen.pls dengan player pilihan Anda. Contoh: winamp

4. Klik Play dan streaming Anda sudah bisa didengarkan.

Semoga bermanfaat,

Abu Husna

Live Streaming Radio Seila FM 104.3 MHz Batam


Get the Flash Player to see this player.


Dengarkan di WINAMP

Streaming Provider by :
Radio Seila 104.3FM Batam

Rabu, 12 Februari 2014

VALENTINO DINSI : LIBATKAN ALLAH DALAM BERBISNIS

Jakarta, 12 Rabi’ul Akhir 1435/12 Februari 2014 (MINA) - Pendiri Rumah Wirausaha, Valentino Dinsi, SE., MM., MBA., mengatakan, untuk memperoleh kesuksesan dan keberkahan dalam berbisnis, harus melibatkan Allah dalam aktivitasnya. “Memang ada permasalahan dalam usaha kecil dan menengah, yaitu seputar modal, pemasaran, kualitas sumber daya manusia dan teknik berbisnis. Tapi yang paling penting adalah libatkan Allah dalam prosesnya,” ujar Valentino kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu (12/2). Menurutnya, semua itu bisa diatasi dengan terus belajar, membangun silaturahim dan menjalin ukhuwah, serta mencari sumber yang dapat menutupi kekurangan itu. Valentiono Dinsi Jumat lalu (7/2) menerima penghargaan bidang kewirausahaan dari Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Menurut Panitia, penghargaan diberikan atas dedikasi Valentino Dinsi dalam mengembangkan dan menyebarkan spirit kewairausahaan ke seluruh Indonesia. “Alhamdulillah menerima award bidang kewirausahaan dari Iluni FE UI,” pesan singkatnya kepada MINA. Award diberikan Wakil Menteri Keuangan RI Prof. Bambang Brojonegoro disaksikan Ketua ILUNI FE Universitas Indonesia yang juga Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Dr. Muliaman D. Hadad. Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, Komisaris Utama Pertamina, Dr. Sugiharto yang juga mantan Menteri BUMN, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan tokoh lainnya. Penulis buku Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian itu juga menerima kejutan lain, dari Direktur Utama Bank CIMB Niaga, Arwin Rasyid, yang menawarkan kerjasama pengembangan nasabah UMKM. Valentino yang juga sedang mengembangkan Program Santri Preneur, senantiasa menyebarkan spirit satu keluarga satu pengusaha ke seluruh Indonesia dan dunia, meningkatkan bisnis berkah dunia akhirat. “Kita bertekad menggapai diri, keluarga dan masyarakat Indonesia mencapai masa depan yang maju, mandiri dan sejahtera,” tutur penyusun buku laris 7 Rahasia kaya dan Sukses Abdurrahman bin Auf tersebut. (L/R1/R2). Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Selasa, 04 Februari 2014

PENDIDIKAN PESANTREN BERIKAN KEUNTUNGAN BESAR BAGI ORANG TUA

Banten, 4 Rabiul Akhir 1435/4 Februari 2014 (MINA) - Kepala kementerian agama Kota Serang, diwakili  Sakhor Efendi menyatakan pendidikan di pondok pesantren memberikan keuntungan besar bagi orang tua wali karena ciri khas pendidikan pesantren berbasis karakter.
“Mendidik anak di pesantren akan memberikan keuntungan yang luar biasa karena mereka akan dididik pada jalan kebenaran berdasarkan Al-Quran dan sunah nabi Muhammad saw. Ini adalah pilar utama dalam pendidikan karakter,” kata Sakhor Efendi dihadapan ribuan masyarakat Serang dalam acara peresmian Pondok pesantren Darul Ihsan Khasanah, Banten, Senin.
Pesantren yang berlokasi di Kampung Pabuaran, Desa Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten itu berada dibawah Yayasan Al Ihsan, Pimpinan KH.  Suherman. Selama 31 tahun, yayasan itu telah mengabdi kepada masyarakat dengan mengembangkan pendidikan tingkat Diniyah, MTs, dan Aliyah dengan menekankan pendidikan aqidah dan aklhak mulia.
“Semoga dengan dibukanya pesantren ini, menambah lembaga pendidikan Islam yang yang konsisten mencetak generasi Islami, guna membentengi umat Islam dari serangan musuh-musuh Islam yang mereka tidak akan rela jika umat Islam berpegang pada Al-Quran dan As-Sunnah,” kata Suherman.
Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan keagamaan,  pada umumnya tumbuh di kalangan masyarakat pedesaan. Pertumbuhannya merupakan hasil refleksi pimpinan pesantren dan masyarakat terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.
Disamping sebagai lembaga pendidikan keagamaan, diharapkan pesantren dapat berperan sebagai lembaga sosial kemasyarakatan yang dapat membantu pemerintah dalam menyebar luaskan inovasi pembangunan kepada masyarakat, dan menggerakkan masyarakat agar berperan serta dalam pembangunan
Disamping berfungsi sebagai lembaga pendidikan, Pondok pesantren juga memiliki peran sebagai motor penggerak pembangunan dan perubahan masyarakat. Aktivitas nyata pondok pesantren dalam memberdayakan kehidupan masyarakat dapat dilihat dari kemampuannya dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan menggali, merangsang dan meningkatkan sosial ekonomi masyarakat, pengembangan usaha produktif, serta mengupayakan kesempatan bagi masyarakat memperoleh kehidupan yang layak dengan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia.
Dua fungsi pesantren di atas selanjutnya melahirkan peluang kerjasama antara pondok pesantren dengan masyarakat. Tujuannya adalah untuk nmeningkatkan kualitas pendidikan agama masyarakat agar memiliki bekal pengetahuan agama Islam yang lebih luas serta akhlak mulia. (L/P04/R2).

MUI: Ormas Berpolitik Sebabkan Kekuatan Kontrol Berkurang

Logo Majelis Ulama Indonesia
Hidayatullah.com–Organisasi masyarakat tampaknya tidak bisa menahan diri dari godaan politik praktis setiap kali datang Pemilu. Ada hasrat sebagian elit ormas untuk ikut bermain dalam Pemilu, minimal dalam bentuk mengarahkan dukungan warganya ke satu partai, caleg, ataupun capres.
“Sikap tersebut justru membawa ormas tidak lagi mengayomi seluruh masyrakat karena sudah ada kepentingan. Tidak lagi berdiri di tengah, dan kekuatan kontrol pasti akan berkurang,” ujar Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rofiqul Umam dalam dikusi Forum Mingguan Kaum Makar (Formakar) di Mahbub Junaidi Center, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2014).
Tak hanya itu, menurut Rofiqul, sikap politik ormas yang berpihak pada parpol atau capres tertentu juga berpotensi membuat polarisasi di masyarakat. Warga yang menjadi anggota ormas tersebut dicap sebagai pendukung capres atau parpol tertentu. Ujung-ujungnya terjadi benturan antara anggota ormas dengan masyarakat lain yang berbeda sikap politiknya.
Rofiqul pun mencontohkan, pencapresan Priyo Budi Santoso yang didukung ormas MKRG. Contoh lain, Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (NU) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah mendeklarasikan dukungan mereka kepada Mahfud MD. Padahal, berdasarkan pedoman khittah tahun 1962 yang dikuatkan pada Muktamar 1984, disepakati bahwa NU tidak berpolitik.
Rofiqul mengingatkan, ormas terjun dalam konstelasi politik praktis sebetulnya lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya.
“Saat NU menjadi parpol dan menjadi bagian dari parpol, telah membuktikan kerugian sejarah. Bahkan sosial kemasyarakatan NU makin tertinggal. Kalau manfaatnya paling hanya elit NU yang merasakan,” kata Rofiqul, dilansir laman Rakyat Merdeka.
Belum lagi, jelas dia, parpol yang didukung itu ternyata diseret kasus korupsi. Praktis, ormas pendukungnya bisa ikut terbawa-bawa.
“Intinya anak-anak muda, dalam ini salah satunya ormas NU, harus menjadi corong pengingat pimpinan NU agar jangan berpolitik praktis karena pasti parpol ngincar suara NU,” pinta Rofiqul.
Rofiq juga mengimbau, sebaiknya ormas itu mengedepankan tugas untuk menyuarakan warga menggunakan hak politiknya dengan independen atau menolak money politics.*
Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Sekjen MIFTA: Waspada Cyber War!

Asih Subagyo, Sekjen MIFTA
Hidayatullah.com- Sekjen Muslim Information Technology Association (MIFTA) Asih Subagyo menyerukan para pengelola situs media dan dakwah Islam untuk mewaspada perang dunia maya (cyber war). Perang ini dinilai terus berlangsung, ditandai dengan maraknya kembali pembajakan terhadap website Islam.
“Ini namanya cyber war, banyak faktor yang mempengaruhinya. Bagi mereka yang tidak suka terhadap gerakan dakwah karena berbagai alasan, maka  mereka dalam menyampaikan ketidaksukaannya itu dengan melakukan hacking (meretas) situs-situs dakwah itu,” jelas Subagyo saat berbincang-bincang dengan hidayatullah.com melalui BlackBerry Messenger (BBM) dalam perjalanannya di Jakarta, Selasa, 3 Rabiul Awal 1435 H (4/2/2014).
Dalam menghadapi perang dunia maya ini, Subagyo menyerukan para pengelola situs dakwah Islam agar meningkatkan keamanan website-nya. Juga dalam hal penampilan dan isinya.
“Pertarungan ke depan tentu masalah content (isi), serta bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi dan juga semaraknya social media,” tambahnya.
Pemanfaatan teknologi yang dimaksud, seperti maraknya penggunaan smartpone oleh masyarakat. Perangkat ini mempermudah orang untuk mengakses internet.
“Media-media Islampun dituntut untuk bisa mengisi (peluang) ini. Sehingga di manapun, kapanpun orang akan lebih banyak mengakses hal-hal yang positif dan bermanfaat,” tambahnya.
Peran MIFTA selama ini, kata Subagyo, selalu memberikan dukungan kepada media-media Islam. Melalui pelatihan dan kemitraan, baik secara organisasi maupun personal.
MIFTA merupakan wadah para aktivis muslim yang berkegiatan di bidang teknologi informasi baik dari kalangan akademisi, praktisi maupun pemula.
MIFTA didirikan di Depok, Jawa Barat, pada 18 Mei 2000 oleh beberapa pegiat di bidang tersebut.
Rep: Muh. Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

SMP Juara Raih Juara Olimpiade Sains3

Tim SMP Juara Peraih Juara Olimpiade Sains Tingkat Riau. (Foto: rz)
dakwatuna.com – Pekanbaru. Tim mading SMP Juara Pekanbaru meraih juara III lomba mading tiga dimensi dalam Olimpiade Sains Biologi Se-Riau 2014. Tim ini dimotori oleh Yulia, Anto, dan Ilham.
Sekolah Juara merupakan sekolah gratis berkualitas yang didirikan RZ (Rumah Zakat) untuk yatim dhuafa. “Alhamdulillah selama 2013 para siswa dari 14 Sekolah Juara yang ada di 12 kota/kabupaten meraih 294 penghargaan di berbagai bidang keahlian,” tutur Nur Efendi, CEO RZ, Senin, (03/02).
OSB SMP-SMA diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau rutin setiap tahun. “Kami ingin mengambil peran dalam meningkatan kualitas pendidikan menengah di Provinsi Riau. Ini salah satu upaya kami mendorong siswa SMP-SMA untuk mendalami Biologi dan meningkatkan motivasi dan kreativitas sainsnya,” tutur salah satu panitia OSB.
Salah seorang panitia menjelaskan bahwa perlombaan yang ditandingkan dalam olimpiade ini adalah Uji Kompetisi Tertulis (UKT), Uji Kompetisi Laboratorium (UKL), Cepat Tepat (CT), Mading 3D, Bio Expo Competition, dan Lomba Karya Tulis Remaja. “Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik dan social skill peserta didik di Provinsi Riau,” ujarnya.
Pencapaian ini dapat diraih para siswa Sekolah Juara tak lain karena sinergi yang dibangun RZ dengan berbagai pihak. “Terima kasih donatur, kepala sekolah, guru-guru dan teman-teman atas doa dan dukungannya. Mari terus berkarya dan berprestasi. Karena juara itu milik kita,” ungkap Yulia dengan penuh semangat. (RZ/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri